Skip to main content

GUIDES

Inventory management system untuk brand: software stok vs sistem yang menyatu dengan pesanan

Inventory management system mencatat stok barang dari masuk sampai terkirim. Kapan software inventory siap pakai cukup, dan kapan stok perlu menyatu dengan pesanan brand.

Inventory management system untuk brand: stok yang menyatu dengan pesanan, Kugie

Jawaban singkat. Inventory management system (sistem manajemen inventaris) adalah sistem untuk mencatat dan mengontrol stok barang: barang masuk, tersimpan di mana, keluar karena terjual, sampai terkirim ke pembeli. Untuk banyak bisnis, software inventory siap pakai sudah cukup. Untuk brand yang pesanannya datang dari website, marketplace, dan WhatsApp sekaligus, dengan harga berbeda per tipe pembeli, pertanyaannya bergeser: bukan "software stok mana yang paling lengkap", tapi "apakah stok, pesanan, packing, dan pengiriman tercatat di satu tempat". Kugie (PT Semesta Solusi Digital) adalah tim tech yang embed di brand dan membangun sistem operasional itu atas nama brand.

Apa yang biasanya muncul saat mencari "inventory management system"

Hasil pencarian Indonesia didominasi artikel dari vendor software ERP dan inventory: pengertian, fungsi, fitur, dan metode (FIFO, perpetual vs periodik), plus panduan dari perusahaan teknologi global. Hampir semuanya berakhir dengan ajakan mencoba software mereka.

Itu masuk akal untuk gudang dan distributor. Halaman ini untuk pembaca yang berbeda: brand lifestyle dan F&B yang stoknya sebenarnya mengikuti pesanan, dan yang pesanannya tersebar di beberapa kanal.

Apa itu inventory management system

Secara umum, sistem manajemen inventaris mencatat:

  • Barang masuk. Pembelian dari supplier atau hasil produksi.
  • Lokasi dan jumlah. Berapa yang ada, dan di mana.
  • Barang keluar. Terjual, rusak, atau dipindah.
  • Titik pesan ulang. Kapan stok perlu diisi lagi.
  • Laporan. Nilai persediaan dan pergerakannya.

Ada dua cara pencatatan yang sering disebut: perpetual, di mana stok berubah setiap ada transaksi, dan periodik, di mana stok dihitung fisik pada interval tertentu. Untuk brand yang menjual online setiap hari, pencatatan periodik saja berarti angka stok di sistem bisa berbeda dengan yang ada di rak.

Masalahnya jarang di hitungan stok

Di brand yang kami temui, masalahnya jarang "kami tidak bisa menghitung stok". Masalahnya: stok dicatat di satu tool, pesanan masuk di tool lain, harga per tipe pembeli dihitung manual, dan packing serta pengiriman dicatat di tempat ketiga. Di panduan owned ops untuk brand F&B, kami menyebutnya: marketplace untuk akuisisi, WhatsApp untuk pesanan, point of sale, sesuatu yang disebut CRM, tool inventory, dashboard pengiriman. Masing-masing menyelesaikan satu bagian. Tidak ada yang menjadi bisnisnya.

Dua cara menjalankan inventory

Software inventory siap pakaiSistem operasional yang dibangun untuk brand (Kugie)
Cocok untukGudang, distributor, toko dengan alur standarBrand dengan beberapa kanal, tier harga, dan alur fulfillment sendiri
Ruang lingkupStok dan pergerakan barangPesanan, harga per tier, pembayaran, packing, pengiriman dalam satu backend
Saat alur Anda berbedaMenyesuaikan dengan fitur yang adaSistem dibangun mengikuti alur Anda
Data dan akunDi akun vendorDatabase atas nama brand, di akun cloud atas nama brand
Setelah liveUpdate dari vendorTim yang sama terus memperbaiki dan menambah fitur

Tidak ada pilihan yang salah. Kalau alur Anda standar dan stok adalah satu-satunya masalah, software siap pakai jauh lebih cepat dan hemat.

Tanda stok Anda perlu menyatu dengan sistem operasional

  1. Pesanan datang dari beberapa kanal dan stok di masing-masing tidak cocok.
  2. Harga berbeda per tipe pembeli (reseller, agen, dropshipper) dan dihitung manual.
  3. Tim CS mengetik invoice dan menjawab "sudah dikirim belum?" satu per satu.
  4. Packing dan pengiriman tidak tercatat di sistem yang sama dengan pesanan.
  5. Laporan dirakit manual dari beberapa spreadsheet.

Seperti apa sistem operasional yang dibangun Kugie

Kugie tidak menjual software inventory. Kami membangun sistem operasional terpadu untuk brand dan tetap embed untuk menjalankannya. Contoh yang sudah dipublikasikan, Loves Semprong:

  • Dua aplikasi di satu backend: storefront untuk pembeli dan portal operasional untuk tim, terdaftar atas nama brand.
  • Tier harga di katalog: empat tier pembeli, minimum per tier, dan tangga volume. Invoice PDF terbuat otomatis.
  • Fulfillment: pick list, packing berbasis scan, waybill, dan foto bukti pengiriman.
  • Kurir in-house dengan tarif per tier yang berbeda per kota, pre-order di kalender persiapan, dan delapan role staf yang masing-masing hanya melihat yang dibutuhkan.
  • Prototype di bulan April, live di domain sendiri pada bulan Juli, dan rilis terus berjalan setiap minggu setelahnya.

Kalau Anda butuh pencatatan stok di dalam sistem seperti ini, itu bagian dari scope yang kami tulis bersama di awal engagement, bukan modul yang kami jual terpisah. Panduan terkait: omnichannel marketplace dan website toko online untuk brand.

Harga yang dipublikasikan

Harga di pricing berbentuk kickoff satu kali plus retainer bulanan:

  • Starter: kickoff IDR 15M–25M, minimum 3 bulan, lalu IDR 8M/bulan.
  • Embedded: kickoff IDR 30M–60M, minimum 6 bulan, lalu IDR 25M/bulan.
  • Embedded Plus: kickoff IDR 75M+, durasi custom, mulai IDR 40M/bulan. Untuk brand yang butuh platform custom dan tim khusus.

Kalau yang Anda butuhkan hanya pencatatan stok untuk alur standar, software inventory siap pakai akan jauh lebih hemat.

Cocok: brand lifestyle dan F&B yang menjual lewat beberapa kanal dan yang alurnya sudah tidak muat di tool terpisah. Tidak cocok: gudang atau distributor yang hanya butuh software stok standar. Lihat siapa yang kami layani.

FAQ

Apa itu inventory management system?

Sistem untuk mencatat dan mengontrol stok barang: barang masuk, lokasi, jumlah, barang keluar, dan kapan perlu pesan ulang.

Apa bedanya inventory management dan inventory management system?

Inventory management adalah prosesnya: merencanakan dan mengontrol persediaan. Inventory management system adalah sistem atau software yang menjalankan proses itu.

Apa bedanya pencatatan perpetual dan periodik?

Perpetual mengubah stok setiap ada transaksi. Periodik menghitung stok secara fisik pada interval tertentu.

Apakah Kugie menjual software inventory?

Tidak. Kugie membangun sistem operasional untuk brand, seperti portal pesanan, harga per tier, dan fulfillment untuk Loves Semprong, lalu tetap embed untuk menjalankannya. Pencatatan stok bisa masuk scope engagement.

Di mana data saya disimpan?

Di database atas nama brand, pada akun cloud yang terdaftar atas nama brand.

Berapa biaya bekerja dengan Kugie?

Starter: kickoff IDR 15M–25M lalu IDR 8M/bulan. Embedded: kickoff IDR 30M–60M lalu IDR 25M/bulan. Embedded Plus: kickoff IDR 75M+ lalu mulai IDR 40M/bulan. Rincian di pricing.

Mulai dari assessment

Start the assessment. Lihat paket harga.

WHAT NEXT

We select which clients to onboard.

The form is how we decide whether we want the work. It is not an open hire door.