Skip to main content

GUIDES

Aplikasi reseller untuk brand: portal siap pakai vs sistem pesanan milik sendiri

Aplikasi reseller mengatur pesanan, harga, dan minimum order untuk reseller, agen, dan dropshipper. Kapan aplikasi siap pakai cukup, dan kapan brand perlu sistem pesanan sendiri.

Aplikasi reseller untuk brand: satu sistem pesanan untuk customer, reseller, agen, dan dropshipper, Kugie

Jawaban singkat. Aplikasi reseller adalah sistem yang mengatur penjualan brand ke reseller, agen, dan dropshipper: siapa masuk tier apa, harga dan minimum order per tier, pesanan, invoice, pembayaran, sampai pengiriman. Untuk banyak bisnis, aplikasi atau portal reseller siap pakai sudah cukup. Untuk brand yang menjual ke beberapa tipe pembeli sekaligus, dengan aturan harga, minimum, dan ongkir masing-masing, pertanyaannya bergeser: bukan "aplikasi reseller mana yang fiturnya paling banyak", tapi "apakah harga per tier, pesanan, pembayaran, dan pengiriman tercatat di satu sistem milik brand". Kugie (PT Semesta Solusi Digital) adalah tim tech yang embed di brand dan membangun sistem itu atas nama brand.

Apa yang biasanya muncul saat mencari "aplikasi reseller"

Hasil pencarian Indonesia berisi tiga jenis halaman: modul atau portal reseller siap pakai dari vendor software, jasa pembuatan sistem reseller custom, dan software distribusi dari vendor ERP dan akuntansi. Fitur yang disebut mirip: katalog, harga bertingkat, pendaftaran reseller, dan laporan penjualan.

Halaman ini untuk pembaca yang lebih spesifik: brand lifestyle dan F&B yang menjual ke konsumen sekaligus ke jaringan reseller dan agen, dan yang pesanannya masih banyak lewat chat.

Apa itu aplikasi reseller

Secara umum, aplikasi reseller (sering juga disebut sistem reseller atau portal reseller) mencatat:

  • Tipe pembeli. Customer, reseller, agen, dropshipper, atau tingkatan lain yang Anda pakai.
  • Harga per tipe. Harga yang berbeda untuk setiap tingkatan, kadang dengan potongan tambahan untuk volume lebih besar.
  • Minimum order. Syarat jumlah atau nilai pesanan per tingkatan.
  • Pesanan dan invoice. Pesanan yang masuk sudah dihitung dengan harga yang benar.
  • Pembayaran dan pengiriman. Status bayar, packing, dan pengiriman per pesanan.

Untuk distributor dengan banyak gudang dan armada, kebutuhannya biasanya lebih ke software distribusi atau ERP. Panduan ini fokus ke brand yang menjual produknya sendiri lewat jaringan reseller.

Masalahnya jarang di daftar reseller

Di brand yang kami temui, masalahnya jarang "kami tidak punya daftar reseller". Masalahnya: semua pesanan reseller masuk lewat WhatsApp, dan tim CS menghabiskan hari sebagai juru ketik. Cek pembeli ini tier apa. Cek harga tier itu untuk produk ini. Jumlahkan manual. Ketik invoice. Ulangi untuk pesanan berikutnya. Naik tier dinegosiasikan di chat. Kelebihan bayar menjadi percakapan yang canggung.

Itu yang terjadi di Loves Semprong sebelum sistemnya dibangun. Di panduan owned ops untuk brand F&B, kami menjelaskan kenapa pola ini muncul: setiap tool menyelesaikan satu bagian, tidak ada yang menjadi bisnisnya.

Dua cara menjalankan jaringan reseller

Aplikasi reseller siap pakaiSistem pesanan yang dibangun untuk brand (Kugie)
Cocok untukBrand dengan aturan reseller standarBrand dengan beberapa tier, minimum, dan ongkir yang berbeda per tier
Ruang lingkupKatalog, harga bertingkat, pendaftaran resellerStorefront, harga per tier, invoice, pembayaran, fulfillment, dan kurir dalam satu backend
Saat aturan Anda berbedaMenyesuaikan dengan fitur yang adaSistem dibangun mengikuti aturan Anda
Data dan akunDi akun vendorDatabase atas nama brand, di akun cloud atas nama brand
Setelah liveUpdate dari vendorTim yang sama terus memperbaiki dan menambah fitur

Tidak ada pilihan yang salah. Kalau aturan reseller Anda sederhana, aplikasi siap pakai jauh lebih cepat dan hemat.

Tanda jaringan reseller Anda butuh sistem sendiri

  1. Pesanan reseller masih lewat chat dan invoice diketik manual.
  2. Ada lebih dari dua tier dengan harga, minimum, dan syarat yang berbeda.
  3. Naik tier dinegosiasikan satu per satu, tanpa formulir atau antrean yang jelas.
  4. Ongkir berbeda per tier atau per kota, dan dihitung manual.
  5. Promo bisa mengacaukan harga tier, karena diskon dan harga struktural dicatat di tempat yang sama.

Seperti apa sistem reseller yang dibangun Kugie

Kugie tidak menjual aplikasi reseller. Kami membangun sistem operasional untuk brand dan tetap embed untuk menjalankannya. Contoh yang sudah dipublikasikan, Loves Semprong, yang menjual ke tangga pembeli: Customer, Reseller, Agen, dan Dropshipper.

  • Dua aplikasi di satu backend: storefront untuk pembeli dan portal operasional untuk tim, terdaftar atas nama brand. Bukan toko sewaan di SaaS.
  • Harga per tier di dalam katalog: empat tier pembeli, minimum per tier, dan tangga volume untuk pesanan yang lebih besar. Pembeli yang login melihat harga tier-nya sendiri, dan invoice PDF terbuat otomatis.
  • Naik tier lewat formulir, bukan negosiasi di chat. Permintaan masuk sebagai antrean yang ditinjau tim setiap pagi.
  • Pembayaran: kelebihan bayar dikreditkan ke saldo pembeli.
  • Fulfillment: pick list, packing berbasis scan, waybill, dan foto bukti pengiriman.
  • Kurir in-house dengan tarif per tier yang berbeda per kota, dan pre-order di kalender persiapan.
  • Voucher dibatasi per tier, terpisah dari harga struktural, sehingga promo tidak diam-diam mengubah daftar harga.
  • Delapan role staf, masing-masing hanya melihat yang dibutuhkan pekerjaannya.
  • Prototype di bulan April, live di domain sendiri pada bulan Juli.

Aturan reseller setiap brand berbeda. Tier, minimum, dan alur yang dibangun adalah bagian dari scope yang kami tulis bersama di awal engagement, bukan modul yang kami jual terpisah. Panduan terkait: custom software development, inventory management system, dan omnichannel marketplace.

Harga yang dipublikasikan

Harga di pricing berbentuk kickoff satu kali plus retainer bulanan:

  • Starter: kickoff IDR 15M–25M, minimum 3 bulan, lalu IDR 8M/bulan.
  • Embedded: kickoff IDR 30M–60M, minimum 6 bulan, lalu IDR 25M/bulan.
  • Embedded Plus: kickoff IDR 75M+, durasi custom, mulai IDR 40M/bulan. Untuk brand yang butuh platform custom dan tim khusus.

Kalau yang Anda butuhkan hanya harga bertingkat untuk beberapa reseller, aplikasi reseller siap pakai akan jauh lebih hemat.

Cocok: brand lifestyle dan F&B yang menjual ke konsumen dan jaringan reseller atau agen, dengan aturan yang sudah tidak muat di chat dan spreadsheet. Tidak cocok: distributor atau gudang yang hanya butuh software distribusi standar. Lihat siapa yang kami layani.

FAQ

Apa itu aplikasi reseller?

Sistem untuk mengatur penjualan ke reseller, agen, dan dropshipper: tier, harga dan minimum order per tier, pesanan, invoice, pembayaran, dan pengiriman.

Harga reseller adalah apa?

Harga khusus untuk pembeli yang menjual ulang produk Anda, biasanya lebih rendah dari harga konsumen dan sering disertai minimum order. Banyak brand memakai beberapa tingkat, misalnya reseller dan agen, dengan harga dan syarat berbeda.

Apa bedanya aplikasi reseller dan software distribusi?

Aplikasi reseller fokus ke penjualan brand ke jaringan reseller: tier, harga, dan pesanan. Software distribusi biasanya lebih luas untuk distributor: gudang, armada, penagihan, dan akuntansi.

Apakah Kugie menjual aplikasi reseller?

Tidak. Kugie membangun sistem operasional untuk brand, seperti harga per tier, pipeline naik tier, dan fulfillment untuk Loves Semprong, lalu tetap embed untuk menjalankannya.

Di mana data saya disimpan?

Di database atas nama brand, pada akun cloud yang terdaftar atas nama brand.

Berapa biaya bekerja dengan Kugie?

Starter: kickoff IDR 15M–25M lalu IDR 8M/bulan. Embedded: kickoff IDR 30M–60M lalu IDR 25M/bulan. Embedded Plus: kickoff IDR 75M+ lalu mulai IDR 40M/bulan. Rincian di pricing.

Mulai dari assessment

Start the assessment. Lihat paket harga.

WHAT NEXT

We select which clients to onboard.

The form is how we decide whether we want the work. It is not an open hire door.